Seks Nikmat Dengan Guru Les Sekolah


Pada pagi itu cuaca cerah membuka langkahku menuju sekolah smp ku yg terletak di daerah ramai ibukota. Namaku iwan, remaja smp berumur 14 tahun. Sekilas tentang diriku, aku anak semata wayang, ekonomi keluargaku biasa saja, ayahku orang bisnis sementara ibuku seorang pegawai di salah satu perusahaan di ibu kota. Oleh sebab orangtuaku sibuk, aku tumbuh menjadi anak yg merindukan kasih sayang orangtua. Untunglah masih ada pembantu yg menemaniku di rumah dan guruku yg menyayangiku di sekolah ku, bu ersa namanya.

 

Kusingkat ceritaku, tepat pukul 11. 00 wib pelajaran berganti ke pelajaran biologi. Inilah yg kutunggu pada hari sabtu ini, pelajaran guru idamanku bu ersa. Tak lama berselang bel berbunyi, bu ersa datang ke hadapan siswa 9b, wajahnya tersenyum, cantik sekali dan diimbangi oleh gunung kembar tak berhutan yg mengembung tepat kedepan. Mungkin toketnyalah yg paling menonjol di tubuh seorang guru biologi nan seksi.

 

”oke anak anak sekarang ibu akan mengadakan ulangan bab berkembang biak mahluk hidup”, anak anak serontak terdiam lemas. Boleh dibilang aku memang tidak pintar dalam mata pelajaran ini, tapi aku selalu lolos ujian berkat teman temanku yg membantuku. Kembali kusingkat, selesailah ulangan ini sementara ibu sedang memeriksa hasil ulangan kami.

 

Aku sendiri menggerutu pada teman temanku karena mereka pelit tidak memberi aku jawaban ulangan.

”iwan, nanti pulang sekolah ibu akan beri kamu les tambahan supaya kamu mendapat hasil yg lebih baik”jawabnya sambil membagikan kertas ulanganku yg mendapat nilai 40.

”baik bu”jawabku sebelum bel pulang berbunyi.

 

Teman temanku menertawaiku karena hanya aku saja yg kena les tambahan lalu mereka pulang.

”iwan sebelum les dimulai, ibu ingin kamu bertanya tentang apa yg kamu tidak tau di bab ini”

“ini bu, cara berkembang biak manusia”

“memangnya mana yg susah”jawabnya sambil membungkuk melihat bukuku. Saat itulah aku melihat isi dari bajunya. Toketnya mengayun ayun. Darahku berdesir melihat jelas 30cm dari hidungku.

Namun aku tidak melihat bra nya.

”hey iwan ngeliat apa kamu”jawabnya halus. Kami saling bertatap muka.

”eh yg ini bu” tangan ku tdk sengaja menunjuk kata yg digaris bawahi

“oh, kamu ga tau artinya sperma ya”. Aku terkaget melihat kata yg tdk sengaja ku tunjuk.

”iwan iwan, masa kamu udah besar ga tau sperma sih, ituloh cairan yg apabila nempel di rahim wanita bisa bikin dia punya anak”. Sebenernya sich aku tau artinya dari dulu karna aku tiap hari liat film bokep.

”bu, sperma itu dari mana sih”tanyaku. Ibu terdiam melihat keluar mungkin untuk memastikan tdk ada orang di sekitar kelas.

”ni ibu kasih conto tapi sekarang buka celana mu”.

 

Kubuka celanaku dan celana dalamku sehingga terpampang kontolku 14cm yg ditumbuhi bulu halus menegang. Terlihat nafas ibu terengah engah dan mukanya memerah. Dia berjongkok di depan kontolku.

”emh, ibu sekarang mau kasih conto ke iwan tentang sperma”. Tiba tiba dia mengulum kontolku.

”ah, ibu mau apa”tanyaku. Dia tidak menjawab. Ibu ersa menggigit kecil kontolku sambil memaju mundurkan mulutnya yg tebal. Aku mendesah kenikmatan. Tak lama kemudian aku orgasme.

”em enak banget kontol kamu wan,,, nih ini namanya sperma”sambil menjilat air maniku yg meleleh.

”nah, kalo sperma kamu masuk memek misalnya ibu, nih kaya gini”sambil membuka celananya yg tanpa cd dan duduk di kontolku. Lalu dia memaju mundurkan kontolku yg masih lemah namun perlahan mengeras.

Dia menggoyangkan dgn kasar sehingga menimbulkan suara khas.

”uh, ibu pengen banget tiap hari kaya gini tapi ibu ga bisa”

“ah ah ah, emh memangnya kenapa bu”

“suami ibu sibuk”. Tak terasa tiba tiba aku orgasme

“bu, aku pengen kencing”

“didalem aja yah honey” crot crot crot dan lemahlah tubuhku.

”makasih yah wan, kamu bisa ga besok gini lagi, plisss bisa ya honey”

“baik bu iwan juga seneng ada yg memperhatikan iwan daripada ortu iwan yg sibuk”

“makasih yah”. Waktu itu ibu ersa hanya memakai baju atas saja, sehingga aku penasaran ingin membukanya dan benar saja dia tidak pake bra dan cd setiap ke sekolah lalu kujilati toketnya sambil kontolku masih menancap di lubah surganya. Kulihat kebawah kursi yg basah oleh air surga ku dan bu ersa. Kami melakukan itu sampai sore dan pulang kerumahnya untuk melakukan lagi.

  1. No trackbacks yet.

You must be logged in to post a comment.
%d bloggers like this: